Selasa, 21 Agustus 2018

Sholat Iedul Adha sesi I





JIKA WUKUF DI ARAFAH BERBEDA DENGAN PENANGGALAN DI TANAH AIR

Fatwa Syaikh Prof. Dr. Sulaiman Ar Ruhaili
(Guru besar di Fakultas Syar'iah Universitas Islam Madinah, pengajar ttp di masjid Nabawi)

Soal:

Apabila hari Arafah, yakni hari wukufnya para jama’ah haji di Arafah, berbeda dengan penanggalan di negeri kami, apakah kami puasa Arafah ataukah tidak? [1]

Jawab:

Yang nampak bagi saya -beriring harap semoga Allah merahmatiku dan mengampuniku- bahwa apabila hari Arafah di Arab Saudi, bertepatan dengan tanggal 8 Dzulhijah berdasarkan penghitungan tanggal di negeri kalian, jadi hari Arafah 9 Dzulhijah di sini (KSA), bertepatan dengan tanggal 8 Dzulhijah di negeri kalian, maka puasalah di hari ke 8 dan ke 9 Dzulhijah (berdasarkan penghitungan tanggal di negeri kalian. pent).

Melakukan hal seperti ini tidak masalah. Karena hari raya Idul Adha di negeri kalian, sesuai perhitungan tanggal di negeri kalian, bukan ikut negeri kami [2]. Jadi berpuasalah di hari ke 8 dalam rangka menepati hari wukufnya para jama’ah haji di padang Arafah. Kemudian puasa pada tanggal 9, karena pada hari tersebut adalah hari Arofah berdasarkan penghitungan tanggal di negeri kalian.

Adapun apabila tangal 9 Dzulhijah; yakni hari wukuf jama’ah haji di padang Arafah, bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijah di negeri kalian, maka tidak perlu puasa. Karena hari tersebut adalah hari raya Idul Adha di negeri kalian. Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah melarang kita untuk berpuasa di hari raya [3].

Demikian yang nampak bagi kami dalam masalah ini. Wallahua’lam.

*

Catatan kaki :

[1] Sebagaimana yang terjadi pada musim haji tahun ini, pemerintah Arab Saudi menetapkan 1 Dzulhijjah jatuh pada Ahad 11 Agustus 2018, sementara pemerintah Indonesia menetapkan Senin 12 Agustus 2018.

[2] Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

صَوْمُكُمْ يَوْمَ تَصُومُونَ وَفِطْرُكُمْ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَأَضْحَاكُمْ يَوْمَ تُضَحُّونَ

“Hari puasa kalian adalah hari ketika orang-orang berpuasa, Idul Fitri kalian adalah hari ketika orang-orang berbuka, dan Idul Adha kalian adalah hari ketika orang-orang menyembelih” (HR. Tirmidzi. Beliau mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib).

[3]. Dari Abu Hurairah –radhiyallahu ‘anhu-,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنْ صِيَامِ يَوْمَيْنِ يَوْمِ الأَضْحَى وَيَوْمِ الْفِطْرِ

“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari puasa pada dua hari: Idul Fithri dan Idul ‘Adha” (HR. Muslim no. 1138)

__

Fatwa ini beliau sampaikan pada saat sesi tanya jawab kajian fikih haji dari kitab “Dalil at tholib li Nailil mathoolib“, ba’da ashar, di masjid Nabawi. Pada tanggal 12 September 2015. Rekaman fatwa bisa didengar pada link berikut: https://www.dropbox.com/s/3799q36d05fmksw/Puasa%20Arafah%20ikut%20mana.m4a?dl=0

*
Kota Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, 5 Dzulhijah 1436

Didengarkan langsung dan diterjemahkan oleh: Ahmad Anshori

Artikel : Muslim. Or.id
https://muslim.or.id/26578-fatwa-ulama-bila-hari-wukuf-di-arofah-berbeda-dengan-penanggalan-tanah-air.html

Persiapan Sound System DKM Al Furqon acara Iedul Adha


Selasa, 07 Agustus 2018

MASJID DI KEDALAMAN 1.760 METER DI DALAM BUMI ?




Masjid yg ada di Indonesia tak hanya menyajikan bentuk yg besar & megah, namun juga unik.

Salah satunya adalah masjid yg berada di kedalaman 1.760 meter perut bumi.

Masjid bernama
Masjid Baabul Munawwar ini terletak di Papua,
tepatnya di area pertambangan PT Freeport Papua.

Meski di dalam perut bumi, areanya cukup luas karena bisa menampung jamaah sebanyak 250 orang.

Memang, masjid yg berada di bawah daerah Tembagapura, Timika Papua ini sengaja dibuat untuk para karyawan muslim agar tetap bisa melaksanakan ibadah shalat dengan mudah.

Menurut kabar, masjid tersebut masih belum lama dibuat, tepatnya diresmikan pada bulan Juni lalu.

Adapun pembuatan masjid ini di arsiteki oleh lulusan Bina Nusantara bernama Alexander Mone.

Sementara untuk strukturnya dikerjakan oleh Andrew Parhusip yg merupakan lulusan ITB.

Mengingat letaknya yg berada di perut bumi, maka dipasang juga alat memompa udara bersih & untuk menyedot udara kotor keluar menuju permukaan.

Dengan demikian suasana di dalam masjid pun tetap nyaman.

Tepat disebelahnya ada gereja Oikemene Soteria.
Dengan mesjid, dibatasi sebuah ruang utk wudhu umat muslim dan penyucian diri buat kaum nasrani.

Sholat Iedul Adha sesi I